Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Bukan Pemulung Lagi, Menteri LH Usul Pakai Istilah Pekerja Pemilah Sampah

Menteri Lingkungan Hidup merencanakan perubahan istilah "pemulung" menjadi "pekerja pemilah sampah".

Langkah ini diambil untuk memberikan apresiasi yang lebih layak serta menghapus stigma negatif terhadap peran penting mereka dalam pengelolaan lingkungan.

#Pemulung #Sampah #Pekerja

Creative/Video Editor: Icha/Michael
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dan di seluruh dunia ini sudah diterapkan, di kita yang agak terlambat.
00:04Jadi ada namanya extended production responsibility,
00:07dan kalau kita katakanlah kenakan 5 rupiah saja,
00:10kalau 5 rupiah per plastik Pak,
00:12itu artinya kalau bungkus itu tadi, bungkus mie tadi,
00:16sudah 100 miliar terkumpul, baru satu tuh.
00:19Jadi bisa triliunan itu dana terkumpul,
00:21dan nanti itu tidak dikelola oleh pemerintah,
00:24pemerintah tidak ngambil uang itu.
00:26Jadi dikelola sendiri oleh mereka, dibangun satu namanya PRO,
00:30producer responsibility organization.
00:34Jadi nanti di Jakarta ini akan ada PRO-PRO,
00:36yang duitnya dari mereka,
00:38dan mereka bekerja untuk memastikan sampah-sampah itu bisa terkelola dengan baik.
00:42Jadi ini ada green job yang ada di sana.
00:44Dan uangnya cukup besar, dan saya yakin,
00:47nanti akan ada indeks,
00:49di mana peredaran sampah itu akan,
00:53uang itu akan menyesuaikan dengan peredaran sampah,
00:56atau peredaran barang yang ada di kositus.
00:59Pasti Jakarta paling besar pasti,
01:01karena kota besar,
01:03dan produk-produk yang ada plastiknya,
01:06pasti beredar di Jakarta makin,
01:07sehingga dana PRO, dana IPR pasti akan banyak di Jakarta.
01:12Nanti ada regulasinya Pak,
01:14siapa-siapa yang menjadi PRO,
01:15dan pegawai-pegawai di situ adalah,
01:18mereka yang kita sebut dengan pekerja green job.
01:21Jadi,
01:23demikian Pak Gubernur,
01:25saya terima kasih,
01:25ini RDF ini sangat mewah sekali,
01:28ini saya, kami,
01:29kalau bisa jangan difoto nih,
01:32karena nanti kalau difoto,
01:34provinsi lain cemburu.
01:40Jadi,
01:42tapi foto,
01:43harus difoto.
01:44Ini contoh baik bahwa,
01:46pengolahan sampah ternyata,
01:47ya seperti ini,
01:48tidak serta-merta harus kumuh dan sebagainya.
01:52Saya senang sekali,
01:54dan saya rasa saya tidak usah panjang lebar,
01:56kita akan memulai saja,
01:58acara ini,
01:59dan,
02:00sedikit saya singgung,
02:01mudah-mudahan,
02:04setelah dari sini,
02:05kita nanti,
02:07akan mengerjakan,
02:08menentaskan Bantar Gebang Pak,
02:10sudah ada konsepnya semua,
02:12sudah ada kolaborasi yang terbentuk,
02:15dan,
02:15dalam beberapa hubungan ke depan,
02:17sudah ada langkah-langkah nyata,
02:19dan saya yakin,
02:20mungkin,
02:21sebelum akhir tahun depan Pak,
02:24Bantar Gebang harus sudah,
02:26tuntas-tuntas-tuntasnya,
02:27kira-kira begitu.
02:29Bapak Ibu sekalian,
02:31saya tidak panjang lebar,
02:32karena di sini ada,
02:34soal pemilah sampah,
02:35terima kasih,
02:35kalau bisa Pak Profesor Yasili,
02:38pemulung kita ganti dengan,
02:40pekerja pemilah sampah,
02:42dan mudah-mudahan,
02:44itu bisa,
02:45SKKNI-nya,
02:46dilakukan sehingga,
02:48dan mereka berjasa,
02:49karena mereka di front depan gitu ya,
02:51pemilah,
02:52dan itu,
02:53yang paling dasar,
02:54sebelum masuk ke tempat-tempat seperti ini.
02:56Jadi,
02:57kita sebut,
02:58green collar workers bagi mereka.
02:59Dan terima kasih untuk BPJS,
03:01bisa terus mendiskon,
03:03walaupun diperintah,
03:04kalau tidak diperintah,
03:04saya tidak tahu juga tuh,
03:05sama PP itu.
03:08Tapi tidak berani ya,
03:09kalau tidak diperintah.
03:09terima kasih.
03:10Terima kasih.
03:12Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan